Jumat, 04 September 2026

MUSIM YANG MEMBAWA RETAK , Winar Ramelam

 Winar Ramelam


**MUSIM YANG MEMBAWA RETAK **


Musim ini, tajamnya seperti belati

Ranting dan dahan gemeretak

Daun daun berguguran

Berserak dan berterbangan

Bahkan, kadang seperti pahat

Memahat telapak kaki

Menjadi retak meski telah diolesi hand body

Bentang tanah sawah turut retak

Padi dan palawija enggan tumbuh

Air telah menjadi barang langka

Paceklik pun membayang di pelupuk mata

Di sudut lain

Ada yang perlahan merayap

Dari bara menjadi kobaran

Kabut asap menyemut

Menjadikan sesak dada

Ia adalah api yang melahap hutan

Hijau tropis menjadi arang dan debu

Segala habitat yang bermukim meratap

Sebagian musnah

Namun, ada yang menjadikan momentum

Musim dijadikan alibi

Padahal tangan angkara sedang bekerja

Agar alih fungsi hutan tak kentara

Mereka bukan hanya membuat retakan di hati

Tapi menjadi luka yang nganga

Dan bayangan gelap

Bila esok musim silih berganti

Dari kemarau ke hujan

Dari hujan ke kemarau

Kekurangan air

Kebanjiran

Kekurangan air

Kebanjiran

Begitu berulang ulang

Berapa biaya yang harus dikeluarkan

atas segala musibah yang disengaja

Bagaimana menanggung luka dan sedih

atas kehilangan

Dan, kembali musim dipersalahkan

Sedang mitigasi tak becus dijalankan


Denpasar. 2026




Tidak ada komentar:

Posting Komentar