Postingan

Kisah Presiden Tidak Punya Program. Kok bisa? , Rg Bagus warsono

 Kisah Presiden Tidak Punya Program. Kok bisa?  Suatu ketika presiden tak sengaja lewat di perkampungan dilihatnya ada rumah beratap genteng ada juga yang beratap seng. Yang beratap seng tampak kumuh karena karatan. "Kenapa rumah itu beratap seng?" , tanya Presiden pada ajudannya. "Mereka tidak mampu beli genteng, Pak", jawab ajudannya. Kening Presiden berkerut memikirkan sesuatu, kemudian tertawa,  harus pakai genteng katanya. Sopir mobil yang sejak tadi hanya mendengarkan kemudian nyeletuk, "gentengisasi". Presiden yang duduk di sebelahnya menyahut sambil berkata ya tepat "Gentengisasi."  Kemudian presiden menatap si sopir kemudian menepuk pundak sopir sambil berkata  "Pinter kamu Mad, kamu naik pangkat! Catat ajudan!

Hari Korve, Gegara Liat Ibu-ibu Bawa Sapu, Rg Bagus Warsono

 Hari Korve, Gegara Liat Ibu-ibu Bawa Sapu.  Ya begitulah tanpa program. Tapi Indonesia dengan 275 jt jiwa ini memang kaya cerita. Suatu ketika presiden kita datang di sebuah desa. Karena kesalahan informasi sehingga tanggal kedatangan presiden di desa itu sehari lebih cepat. Seperti desa-desa lainnya ketika akan kedatangan bupati, gubernur atau presiden desa itu kelihatan bersih. Maka warga desa bergotongroyong untuk membersihkan jalan yang akan dilalui presiden di pintu masuk desa. Mobil presiden yang masuk desa dihalangi oleh masyarakat  yang tengah bawa sapu dan alat kebersihan. Dengan ramahnya presiden turun dari mobilnya menyapa masyarakat tengah bersih bersih. "Kegiatan apa ini?"  kata Presiden pada ibu ibu yang bawa sapu sambil berebut bersalaman.  Seorang diantara ibu menjawab "Korve Pak, kerja bakti!"  "Wah hebat!", guman presiden, " apa tiap hari?" lanjutnya.  " Tidak Pak" , kata salah seorang lainnya. Karena hari itu hari se...
Gambar
 "Ada Wajah Gus Dur di Imlek" adalah sebuah puisi karya sastrawan Rg Bagus Warsono yang menggambarkan sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai simbol pluralisme dan toleransi, terutama dalam perayaan Imlek. Puisi ini menekankan nilai persaudaraan dan kebersamaan lintas budaya yang diperjuangkan Gus Dur, menggabungkan elemen budaya Tionghoa dengan semangat inklusivitas, yang dipublikasikan pada Januari 2022.  Inti Puisi: Rg Bagus Warsono mengaitkan sosok Gus Dur dengan semangat perayaan Tahun Baru Imlek, menonjolkan peran Gus Dur sebagai bapak pluralisme yang merangkul keberagaman, seperti dilansir oleh Kompasiana.com. Simbolisme: Puisi ini menarasikan bagaimana wajah dan pemikiran Gus Dur hadir dalam suasana Imlek, melambangkan kebebasan dan pengakuan terhadap budaya Tionghoa di Indonesia. Penulis: Rg Bagus Warsono adalah seorang sastrawan Indonesia asal Tegal yang aktif menulis puisi, seperti yang dicatat dalam Literanesia.  Puisi ini bukan narasi fisik, melainkan pe...

Perbedaan Rg Bagus Warsono dan HB Jassin

Gambar
  Perbedaan utama antara Rg Bagus Warsono dan H.B. Jassin terletak pada peran historis, pengaruh otoritas dalam sastra Indonesia, serta metodologi dokumentasi mereka. Berikut adalah rincian perbedaannya: Kedudukan dan Julukan H.B. Jassin (1917–2000): Dikenal sebagai "Paus Sastra Indonesia". Ia adalah tokoh legendaris yang memiliki otoritas mutlak dalam menentukan kualitas karya sastra pada masanya (terutama era 1950–1960-an). Rg Bagus Warsono: Seorang sastrawan, kolektor buku puisi, dan kritikus sastra kontemporer. Ia sering disebut sebagai sosok yang berupaya meneruskan semangat kurasi dan dokumentasi sastra di era modern, meskipun tidak memiliki gelar "Paus Sastra" seperti Jassin. Kontribusi Dokumentasi H.B. Jassin: Pionir pusat dokumentasi sastra Indonesia. Ia mengumpulkan karya yang berserakan di koran dan majalah, kemudian menjadikannya kliping yang tersimpan rapi di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin. Rg Bagus Warsono: Aktif dalam gerakan sastra digita...

Tentang Sastrawan Rg Bagus Warsono

 Rg Bagus Warsono bukanlah pengganti resmi H.B. Jassin, karena peran "Paus Sastra Indonesia" yang diemban H.B. Jassin bersifat unik dan tidak memiliki suksesor formal. H.B. Jassin dikenal sebagai kritikus sastra terkemuka dengan otoritas tinggi yang mendokumentasikan dan mempublikasikan karya-karya sastra penting, seperti karya Chairil Anwar.  Rg Bagus Warsono (juga dikenal sebagai Agus Warsono) adalah seorang sastrawan dan pelukis Indonesia yang aktif menulis puisi, cerpen, dan artikel di berbagai media sejak tahun 1985. Ia juga dikenal sebagai kurator sastra di Dokumentasi Sastra Modern Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia. Keduanya memiliki peran penting dalam dunia sastra Indonesia, namun dalam kapasitas yang berbeda:  H.B. Jassin: Berperan sebagai kritikus, editor, dan pendokumentasi sastra yang otoritasnya diakui luas, memberikan arah dan pengakuan terhadap karya sastra Indonesia modern. Rg Bagus Warsono: Sastrawan kontemporer yang aktif berkarya dan mengkurasi sastra,...

Pengantar : Antologi Kebali Kepada Kekhususan

Gambar
 Pengantar  Antologi Kebali Kepada Kekhususan Demikian sejarah berulang, antologi-antologi bersama kembali seperti dulu lagi kepada kekhususan. Kekhususan itu untuk memberi ciri antologi baik tema, penyair maupun tempat tinggal penyair. Perubahan seperti ini disebabkan semakin bergairahnya pecinta sastra negeri ini. Dulu antologi bersama Basis adalah antologi puisio yang khusus diisi oleh penyair di Majalah Basis Yogyakarta juga antologi bersama Tugu yang hanya memberikan ruang bagi penyair Yogyakarta.  Di tahun 2000-an antologi bersama puisi-puisinya direkrut dari penyair seluruh Nusantara. Sebut saja misalnya Puisi Menolak Korupsi (PMK) setiap jilidnya diikuti ratusan penyair dari seluruh tanah Air. Bahkan Negeri Poci yang pada awalnya memberikan kekhususan tema, penyair dan domisili kini terbuka lebar bagi penyair se Nusantara. Begitu pula Lumbung Puisi meski mempertahankan kekhususan tema tetapi juga merekrut puisi penyair dari seluruh nusantara. Hal demikian wajar ka...

Penyair di Sekumpul Puisi Nelayan Pantura

Gambar
  Sekumpul Puisi Nelayan Pantura   EKO TUNAS , TOTO ST  RADIK,  NANANG RIBUT  SUPRIATIN ,  BAMBANG WIDIATMOKO, GIYANTO SUBAGIO,  WAWAN HAMZAH ARFAN,  RG BAGUS WARSONO,  ASRO AL MURTAHAWY, EMEL PRAHANA,  PUSPASARI, SRI SUNARTI, MARLIN DINAMIKANTO, A RAHIM ELTARA, STIRAPRANA DUARSA, SINDU PUTRA, ERNDRA ACHAER Temu Kecil Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia 30 Agustus 2025