Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2026

Kisah Presiden Tidak Punya Program. Kok bisa? , Rg Bagus warsono

 Kisah Presiden Tidak Punya Program. Kok bisa? 

Suatu ketika presiden tak sengaja lewat di perkampungan dilihatnya ada rumah beratap genteng ada juga yang beratap seng. Yang beratap seng tampak kumuh karena karatan. "Kenapa rumah itu beratap seng?" , tanya Presiden pada ajudannya. "Mereka tidak mampu beli genteng, Pak", jawab ajudannya. Kening Presiden berkerut memikirkan sesuatu, kemudian tertawa,  harus pakai genteng katanya. Sopir mobil yang sejak tadi hanya mendengarkan kemudian nyeletuk, "gentengisasi". Presiden yang duduk di sebelahnya menyahut sambil berkata ya tepat "Gentengisasi."  Kemudian presiden menatap si sopir kemudian menepuk pundak sopir sambil berkata  "Pinter kamu Mad, kamu naik pangkat! Catat ajudan!

Hari Korve, Gegara Liat Ibu-ibu Bawa Sapu, Rg Bagus Warsono

 Hari Korve, Gegara Liat Ibu-ibu Bawa Sapu. 

Ya begitulah tanpa program. Tapi Indonesia dengan 275 jt jiwa ini memang kaya cerita.

Suatu ketika presiden kita datang di sebuah desa. Karena kesalahan informasi sehingga tanggal kedatangan presiden di desa itu sehari lebih cepat. Seperti desa-desa lainnya ketika akan kedatangan bupati, gubernur atau presiden desa itu kelihatan bersih. Maka warga desa bergotongroyong untuk membersihkan jalan yang akan dilalui presiden di pintu masuk desa.

Mobil presiden yang masuk desa dihalangi oleh masyarakat  yang tengah bawa sapu dan alat kebersihan. Dengan ramahnya presiden turun dari mobilnya menyapa masyarakat tengah bersih bersih.

"Kegiatan apa ini?"  kata Presiden pada ibu ibu yang bawa sapu sambil berebut bersalaman. 

Seorang diantara ibu menjawab "Korve Pak, kerja bakti!" 

"Wah hebat!", guman presiden, " apa tiap hari?" lanjutnya. 

" Tidak Pak" , kata salah seorang lainnya. Karena hari itu hari selasa maka salah seorang bapak menjawab untuk memperbaikinnya. " Tiap hari Selasa dan Jumat , Pak Presiden!" 

Persiden pun mengangguk angguk. Ia kagum pada masyarakat desa itu punya hari  korve tiap Selasa dan Jumat. 

Hingga selesai kunjungan di desa itu, presiden masih mengingat kejadian ibu-ibu membawa sapu "korve" desisnya. Ya korve seperti kebiasaan militer waktu masih sekolah di Magelang dulu. 

"Catat ajudan! Korve setiap hari Selasa dan Rabu!" , perintah presiden pada ajudannya dalam mobil menuju pulang. 

"Dua hari Pak?" jawab ajudannya yang juga dari militer yang paham tentang korve . 

"Ya", kata presiden , "Selasa Rabu!" 

Ajudannya tersenyum... mengingat waktu pendidikan. Korve kerja tambahan gak diberi apa2 , berkata dalam hatinya. Sementara presiden gembira karena mendapat ide dari ibu-ibu bawa sapu.

Sepulang dari kunjungan ke desa, presiden mengumumkan Hari Korve. 

(Rg Bagus Warsono)