Tampilkan postingan dengan label Kapal Kayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Kayu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Mei 2025

Bangganya Bembawa Sekeranjang Ikan, Rg Bagus Warsono

 Rg Bagus Warsono


Bangganya Bembawa Sekeranjang Ikan


Menyeringai nelayan itu memeluk keranjang 

ikan untukmu duhai istriku manis 

aku buktikan dalam sekeranjang  

ikan dan cinta 

ikan dan rumah 

ikan dan anak-anak 

Tersenyum nelayan melepas ikan 

dengan rokok dibibirnya 

dengan sekarung beras 

dengan segenggam rupiah 

esok aku berangkat lagi 

kau istriku berdoalah 


  Karangsong, Desember 2017





Nelayan Tidak Tidur, Rg Bagus Warsono

 Rg Bagus Warsono


Nelayan Tidak Tidur


Sebab ikan berkerumun 

seperi kawanan bangau 

seperti walet sore hari  

seperti pipit padi 

lalu mereka tebarkan jaring  

menjebak ikan dalam melawan arus  

dan biarkan jaring menunggu  

lalu tidur  

menanti ikan  

Ketika nelayan bangun 

jaring terasa berat tenggelam  

Ikan diangkat 


  Karangsong, Desember 2017





Nelayan pun Memilih Ikan, Rg Bagus Warsono

 Rg Bagus Warsono


Nelayan pun Memilih Ikan


dilaut nelayan pun memilih ikan 

seperti ibu di pasar 

banyak tak berarti berhasil 

sedikit bukan tak dapat uang 

ikan dipilih dalam lautMu 

ikan mahal dalam lambung kapal 

tertutup parutan es pendingin 

agar tetap segar 

hingga pantai menanti 

Pak Tua memilih ikan  

dilautMu yang damai 

samudra rezeki 

ikan-ikan segar 

  Karangsong, Desember 2017





Kampung Nelayan Bibir Pantai, Rg Bagus Warsono

 Rg Bagus Warsono


Kampung Nelayan Bibir Pantai


Kampung muara di bibir pantai

 air anta tempat kakap bersarang 

pemancing datang tiap malam 

ikan tak pernah habis  

udang bertelur menetas tiap malam 

Kampung muara sungai  

berciri nyiur menjulang 

dan pohonan rimbun  

ijinkan melewati muaramu tenang 

agar ikan sesuai harapan 

Kampung muara sungai 

saksi perahu kami , along atau hanya dapat lawuhan


Indramayu, Juni 2015




Komunitas Satu Juragan, Rg Bagus Warsono

 Rg Bagus Warsono


Komunitas Satu Juragan


Juragan besar kapal kayu puluhan kapal

Saudagar besar Karangsong

Ribuan pekerja hilir ke hulu 

Menjual kayu, mesin, jarring,  sembako 

semua keperluan melaut hingga kail kecil

hingga baju anak-anak sekolah

Kuat diterjang badai tak akan tenggelam 

Raksasa kapal turun temurun 

Ketika nadran tiba

Adat nelayan Karangsong

Ribuan orang berseragam kaos sama

Komunitas satu juragan.




Sabtu, 24 Mei 2025

Gagah di Darat, Rg Bagus Warsono

 Rg Bagus Warsono

Gagah di Darat


Berjajar di halan Karangsing 

Kapal-kapal kayu besar 

Menjulang haluan megah 

Berhias cat warna-warni

Irama mesin gergaji dan palu 

Mengukur panjang balok lunas 

Panjang nian kapal kayu

Bukan insinyur teknik sekolahan 

Ini gelar alhli tanpa kuliah

Kapal gagah du darat 

Orang-orang mendongak

Sungguh hebat warisan nenek moyang 

Ketika kapal diturunkan 

Kapal menjadi kecil dan hilang di tengah biru

maha lautNya maha luasNya

Kapal juraganmu yang besar 

Tak ada apa-apanya.

Indramayu, 24 mei 2025




Rabu, 21 Mei 2025

Namai Perahuku, Rg Bagus Warsono

 Namai perahuku


agar melekat tanda

dan berkah rezeki

dan beri warnai tanda lain

agar tak tertukar rezeki

namai perahuku agar disebut ketika berlabuh

namai perahuku




Karam di Sungai Sendiri, Rg Bagus Warsono

 Karam di Sungai Sendiri


Masuk muara dangkal

Sungai yang dikenalnya sejak lama

Kini sungai rak menjadi jalan 

Menuju pelelangan ikan 

Penuh 

oleh waled dan sampah menumpuk 

Merusak  mesin perahu 

menggaruk tanah

dan 

Baling baling tak lagi memutar

Ikan di lambung berteriak 

Kapan ditimbang.

sarat muatan di muara dangkal kapal 

tak akan kembali lagi ke laut 

Menunggu rob 

masuk muara dangkal

badanku terangkat air 

Dan membuang ikan-ikan.







Senin, 19 Mei 2025

Kibarkan Benderamu, Rg Bagus Warsono

 Kibarkan Benderamu


Dengan bekal beras, gas, Mie Instan, dan rokok seminggu

hidupkan mesin, dan menarik jangkar 

memegang kemudi

Kibarkan benderamu dalam 

laga yang luas 

Bebas penjuru memburu

bersaing rezeki 

Bebas pulang pergi atau singgah di pelabuhamu

Bersama teman seberangkatan kampung nelayan sama perahu 

Dan suara mesin tua beradu

dan kipas mulai berputar

mendorong nasib di tengah laut

dan kelebat bendera diatas tiang perahu

perlahan menyusuri kali menuju hamparan air laut.


rg bagus warsono 15-2-16




Tak Ada Menanam Ikan di Laut, Rg Bagus Warsono

 Tak Ada Menanam Ikan di Laut


Bibir pantai, laut dan samudra Hindia

Pasifik bukan di utara Raja Ampat

berlimpah tuna

Kecil anak ikan terjaring tak kan habis

Beser induk ikan esok datang dari arus bawah laut

Lautmu nafkahmu

Lautmu itu ibumu

Lautmu cita-cita anakmu

Dan laut tersenyum

Lambungmu penuh ikan

Kembalilah esok di laut

Dengan deru mesin tempel

Mengaung menerjang

Menebar jaring

Melempar mata kail

Lalu mesin tua mengaung

menelan solar mendorong lambung penuh ikan.


(Eretan, 5 Desember 2023)



Musim Barat Tlah Berlalu, Rg Bagus Warsono

 Musim Barat Tlah Berlalu


Sekian lama menunggu 

Makan tidur dari hutang 

Perlahan musim berganti 

Angin berbalik arah 

Hujan malam tanda kemarau tiba

perahu siap melaju

yang baru dari galangan alam 

keluarga menghitung hutang

warung dan bakul renternir 

segera melaut ketengah 

tengah nya biru

biru langitku

Musim barat tlah berlalu





Kau Penuhi Lambungmu dengan Ikan, Rg Bagus Warsono

 Kau Penuhi Lambungmu dengan Ikan


bidukku diisi setengah air

agar tak tenggelam oleh percikan laju kapal mautmu

dan ikan terbang oleh kipas mesinmu

memenuhi geladak biduk kecil

aku tahu di lmbungmu penuh ikan

ke darat kencang

peduli apa biduk kecil dengan nyawa kakek tua seorang.


Indramayu, Juni 2015




Minggu, 18 Mei 2025

Hari Cerah Kenapa Tak Melaut, Rg Bagus Warsono

 Hari Cerah Kenapa Tak Melaut


Ikan itu ada di langit

Pada awan awan yang tipis berarak

Jatuh di biru laut 

Lewat angin yang tak basah lagi

Menetas bersama asin 

Menjadi mata ikan berbaris 

Lalu menggerakkan ekornya melawan arus yang hanya berputar-putar di laut

Ayo kita berangkat!

Badai tlah berlalu

Guntur berganti dendang

Dingin menjadi garam

Ikan kita menanti di tengah

Mereka hendak ingin melihat pasar, pelelangan dan dapur dapur rumah makan

Ayo kita berangkat

Ada rezeki di sana!


Indramayu, 16 Maret 2021







Nahkoda Semua Laut, Rg Bagus Warsono

 Nahkoda Semua Laut


Aku bukan mengancam

Nahkodamu Gajah Mada lambang diva-diva nusantara

menjaga samudra Majapahit

dan selat-selat yang dikuasai Sriwijaya 

anak-anak dari laksamana Yos Sudarso

dan cicit Hasanudin 

kendali armada Mataram

pelindung nelayan 

mengiringi Krakatau, Salak, Slamet, Merapi, Semeru dan Jaya Wijaya

dari Nias hingga Timor menuju Aru , Maluku, Karimata, Riau.

Detum meriamku sekeras Kelud marah

agar kau mendengar 

bahwa aku bukan mengancam

atau mencaplok kalian

aku pelindung nusantaraku

2015












Haluan, Rg Bagus Warsono

 Haluan


Haluan kapalmu memecah ombak 

Muncrat berhambur digeladak

Mengguyur badanmu 

Sejenak terayun, ombak menyusul dipecah haluanmu. 

Menuju arah tak tentu mata angin 

Haluan bertahan melawan 

Awak bertelanjang dada

Mengendalikan kapalmu terus menghadap ombak 

Kita lengah kapal terbalik 

Kita takut kapal terdampar 

Kita loyo kapal tenggelam ombak tertawa

Hadapkan haluanmu pada ombak 

Terjang! Hadapi dengan tenang. 


8-5-2025




Tiba di Dermagamu, Rg Bagus Warsono

 


Tiba di Dermagamu


Kamu tiba di dermagamu damai 

Senyum gadis-gadis mengalungkan selendang 

Menarik dalam kamar kamar kecil 

Seberapa kekarmu 

Lemas lunglai tak berdaya 

Dan ikan-ikan berlari dari keranjang 

Melepaskan diri 

Tak menyisakan seekor pun 

Tiba di dernagamu malam 

Cahaya remang bercampur bulan di tengah laut 

Masih adakah dolar esok pagi 

Atau menginap semalam lagi 

Tiba di dermagamu 

Ikan apa yang kuat bersembunyi dilambung kapal 

Jangan kau kalungkan lagi selendang 

Lepaskan

Ini ikanmu yang terakhir untukmu .


8-5-2025















Tambatkan Kuat Kapalmu, Rg Bagus Warsono

 Tambatkan Kuat Kapalmu


Bersandar dermaga beton 

Tempat anak-anak mengelu-elukan gagahmu 

Ombak pantai terus menerjang sandaran 

Dan ban bekas kecapaian diterjang haluan 

Kapalmu tak mau diam 

Tambatkan kapalmu!

Lemparkan tali tambat kemari 

Agar aku mengikat badanmu besar 

Dan biarkan ombak pantai menerpa.

Lalu anak-anak menaiki kapal 

Mencari sisa-sisa 

makanan minuman bapak 

Dan mencoba menghisap puntung rokok yang masih panjang 

Bersorak .


8-5-2025










Esok Cari Lagi, Rg Bagus Warsono

 Esok Cari Lagi


Hari itu rumah Salamun terang benderang 

Anak-anak bermain dihalaman 

Di bale panjang makanan berserakan 

Semua makanan minuman dan buah dibelinya. 

Tetangga tua menikmati rokok kesukaannya .

Salamun jurumudi kapal kayu 

Nahkoda tanpa sekolah. 

Malam itu para awak kapal muda berpesta anggur 

Dan gadis-gadis merangkul tangan tangan hitam kekar

Suntuk lunglai sarung satu dua badan

Sampai pagi. 

Begitu tiap malam 

Sampai kapan melaut kembali

Puaskan di darat 

Esok cari lagi. 


8-5-2025





Di Laut Tak Ada Hutang, Rg Bagus Warsono

 Di Laut Tak Ada Hutang


Tiga bulan melaut sebulan daratan 

Dan langit cerah angin timur berhembus 

Menghentikan tarian jari-jari termpil 

Menyulam jaring robek 

Tiga bulan melaut sebulan daratan 

Salamun terpanggil juragan 

Kapal siap diberangkatkan 

Salamun jurumudi tertawa

Diikuti tawa kelasi kelasi muda 

Apa? 

Penuhi lambung rumahku 

Juragan tersenyum 

Ada tunggakan kepulangan kemarin 

Ha ha ha ha 

Siapa mau melunasi siapa hutang 

Aku adalah laut! 

Kau daratan .

Dilaut tak ada hutang 

Hanya nyawa dan ikan.

Lalu juragan dan awak kapat tertawa 

Ambil kebutuhan ibu-ibu muda 

Yang akan ditinggal tiga bulan 

Beras, mie instan, minyak, telor dan gas 

Sekedar duit pegangan anak-anak jajan 

Nelayan itu tertawa sambil melepas tali tambat kapal 

Dilaut tak ada hutang

Hanya nyawa dan ikan.


9-5-2025



Merah Putih di Kapal Nelayan, Rg Bagus Warsono

 Merah Putih di Kapal Nelayan


Titik kecil ditengah laut

50 KM binocular 

Meneropong kami telanjang dada dan kelasi menunggu asap dapur kapal 

Sigaret murahan dan rol jaring memutar

Merah putih di kapal nelayan 

Ternyata Indonesia! 

Tanda kapalku bagian negaramu 

Mereka akui nelayan sebagai negara

Lalu sinar keatas langit 

Tidak kami tidak mendekat 

Aku makan di Tanah Airku senduri 

Ikan lautku sendiri 

Lautmu ikanmu 

Tebarkan jaring sepanjang batas milikku ! 

Dan semua awak kapal memandang 

Merah Putih 

Dihargai atau tidak 

Tergantung wibawa negaramu 

Aku hanya nelayan 

Aku makan di Tanah Airku sendiri 

Ikanku senduiri 

Merah Putih di Kapal Nelayan 

Tak sekedar tanda 

Tapi kewibawaan. 


10-5-2025