Kamis, 30 April 2026

Dimana Tempatmu Antologi

 Dimana Tempatmu Antologi 

Oleh: Rg Bagus Warsono 

Indonesia Bicara.

Jika ingin mendengar khabar Indonesia selengkapnya terdapat dalam ribuan judul antologi puisi penyair Indonesia. Silahkan dibaca atau minimalnya baca judulnya saja, maka Anda adalah sarjana humaniora 

Indonesia yang tahu betul situasi kondisi  apa saja di Nusantara ini. 

Banyak tokoh pengamat berbagai bidang di Indonesia yang sebetulnya tidak tahu real masyarakat bicara seenaknya seakan malaikat yang sudah hafal betul keadaan Indonesia, padahal mereka belum menyentuh langsung apa yang diucapkannya. Melalui puisi-puisi dari sekian ribu Antologi dari sekian ribu penyair yang di dalamnya terdapat ratusan ribu puisi, inilah gambaran Indonesia sebenarnya saat ini. Yakni apa yang disampaikan oleh penyair berupa penyampaian kejujuran yang dikemas dalam bentuk puisi. 

Siapa-siapa pandai mengurai maksud apa yang tersurat dan tersirat yang ditulis penyair maka dapat dikatakan ia tahu Indonesia sebenarnya. Mengapa demikian? Karena puisi-puisi itu adalah ungkapan kejujuran dari potret masyarakat Indonesia.

Sebab itulah bacaan sastra termasuk puisi dibutuhkan seseorang untuk menambah wawasan dan membawa seseorang yang pada gilirannya  memiliki kepribadian yang matang. Tidak saja mengerti apa yang disampaikan rakyat tetapi juga memahami apa yang dikehendaki rakyat. Jadi bacaan sastra berfaedah untuk mengisi kepribadian seseorang. 

Namun kita sadari banyak para pemimpin kita seakan buta sastra atau sengaja untuk menghindar membaca sastra, padahal sastra itu menberikan manfaat masukan yang diberikan oleh kejujuran. 

Disamping itu mungkin pula seseorang hanya pandai membaca teks tanpa bisa memahami maksud yang tersurat dalam bacaan puisi. Maka tapak kurang simpatik terhadap bacaan sastra. Sehingga tampak  bahasa yang diucapkan keluar dari mulutnya asal, apalagi diucapkan spontan. Jadi bacaan puisi sebetulnya melatih untuk berfikir ilmiah dan melatih menemukan jawaban dari pertanyaan. 

Itulah sebabnya banyak tokoh tokoh besar menbaca dan memiliki Antologi. Tak sekedar koleksi hiasan lemari kaca tetapi juga bacaan favoriete tokoh itu bahkan sempat mengidolakan penyairnya. Disinilah pencarian tempatmu Antologi didapat. 

April 2026




Senin, 27 April 2026

Pada Awal Berdiri Indonesia Sangat Terpelajar (Menghargai Aturan)

 Pada Awal Berdiri Indonesia Sangat Terpelajar (Menghargai Aturan)


Entah mengapa setelah Bung Karno turun dan berganti presiden negara kita (kehidupan bernegara)  menjadi awut-awutan tidak menghargai aturan, hukum maupun adat. Salah apa Indonesia ini hingga para pemimpinnya banyak yang tidak ideal bahkan gonta-ganti presiden kita mendapatkan pimpinan yang tidak membuat kita hormat. Kita semakin tak karuan dan tidak memelihara budi luhur bangsa. Salah apa bangsa ini, salah apa negeri ini? 


Dicontohkan oleh Bung Karno untuk menjadi besar itu bukan menyombongkan diri menepuk dada aku presiden, aku kaya, aku hebat atau aku berkuasa, tetapi bagaimana seorang yang memiliki jabatan tinggi, seorang yang memiliki ilmu tinggi (ilmuwan) , seorang kaya yang mempunyai banyak perusahaan, seorang olahragawan yang punya prestasi atau tentara bersenjata dengan bintang di pundak mau menghargai orang tua dan mau menghargai jasa-jasa pendahulunya. 


Demikian Bung Karno sebagai founder of the nation (pendiri bangsa) mengingatkan untuk slalu memberi hormat kepada orang tua pejuang pendahulu negeri sebab tanpa perjuangan mereka tak mungkin dirinya bisa mencapai ini semua.


Hanya Bung Karno yang suka rakyatnya pinter dan cerdas, setelahnya Bung Karno presiden memilih lebih suka rakyatnya bodoh. 


Setelah membaca teks Proklamasi bersama Bung Hatta, keesokan harinya PPKI melantik Bung Karno menjadi Presiden. Di usia sangat muda 44 tahun . Setelah menjadi presiden Bung Karno tidak menunjukan darah mudanya tetapi lebih menunjukan kedewasan. Sebagai seorang kutu buku Bung Karno tidak melepas membaca buku walau jadi presiden. 


Biografi orang orang terkenal dibacanya sehingga ia sadar ia telah menjadi Bapak Bangsa , orang yang dituakan di negri ini. Karena itu sifat sebagai orang tua melekat. Terutama pada generasi muda penerus bangsa.

Ia sangat perhatian kepada generasi muda yang cerdas. Banyak putra Indonesia dari berbagai daerah  cerdas dikirim untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa.

Terhadap pendidikan Bung Karni sangat perhatian selalu. Termasuk mendirikan beberapa universitas di kota besar. Baginya generasi muda harus cerdas. Dan penulis amati hanya Bung Karno-lah yang senang rakyatnya cerdas. Sedang presiden presiden selanjutnya seperti dengan tidak menyukai rakyatnya pinter dan cerdas. Mereka presiden-presiden setelah Bung Karno termasuk Megawati, semua menunjukan lebih suka rakyatnya untuk tetap bodoh.

 (rg bagus warsono)


Kamis, 23 April 2026

Geguritan Rg Bagus Warsono: Bocah-bocah Mbuangi Sega

 Geguritan Rg Bagus Warsono

Bocah-bocah Mbuangi Sega 



Masih ingit zaman semana

Ibu ngandika aja mbuangi sega 

Dewi Sri ora nrima pamali ya

Sega saka beras inget bapa tani 

Ngrekasa nyambut gawe awit ngolah siti sampe nutu beras. 

Diajari ngarti ngormati beras 

Sega sing dipangan ben dina

Sapa sing ngarti ngormati sega

Bakal ora susah nemoni sega 

Urip bakale mulya 

Ora payah nemu pegawean 

Beras dadi cedak awak 

Saiki pemerentah nganani MBG 

Mangan awan jarene bergizi 

Nyatane embuh 

Bocah sekolah kebagian kabeh 

Wiwit SD sampe SMA

Pak lan Bu guru ngongkon mangan awan 

Ora mbayar ning sekolah 

Ayo dipangan ekeh gizine 

Bocah bocah nyekel omprengan mangan awan 

Nanging ora manjing ning cangkem 

Jalaran ora seneng 

Embuh apa sebabe

Becoh wedi karo gurune 

Sega dibuang ora katon guru 

Saben dina ember sampah akeh semut 

Sega lawuan dibuang 

Saben dina

Dewi Sri nangis nguguk 

Esih bocah diajari ora ngormati pangan 

Sega dibuangi ben dina. 

Januari 2026.



Langit Nusantaraku Oh, Rg Bagus Warsono

 Langit Nusantaraku Oh

Layang-layang anak-abak desa 

Dengan ekor menari warna warni 

Berkibar terbang gagah 

Langit diatas penatang sawah pasca panen

Mata memandang sejauh senar layang layang 

Teriak bangau 

Ribuan walet 

Merpati 

Bahana nusantara 

Lalu senja pun tiba 

Semburat merah dibarat mematul langit diair laut 

Malam bintang pun gemerlap tak beraturan yang kadang tertutup awan lewat. 

Langit Nusantara 

Milikmu anak-anak desa

Biru membungkus rumah dan perahu 

Bebas teriak di lapang rumput

Bangga punya langit Nusantara

Langit Nusantara apa tak kenal lagi 

Layang-layang 

Kini deru pesawat jet tempur asing 

Asap bergulung mengikuti rute

Mendung tercemar 

Hujau berbau tailpipe

Jet tempur pesawat 

asing bagi langit nusantara 

Dan burung hantu malam 

Menatap tajam 

Tak puaskan menjual bumi kita?

Langit pun kau relakan. 

Indramayu, 23 April 2026



Keranda Listrik , Rg Bagus Warsono

 Keranda Listrik 


Rg Bagus Warsono 


Di zaman serba listrik

Pasir batu naik Truk listrik 

dijajakan hujan dan panas

Ibu-ibu menunggu di halte

Bus listrik 

mencari pembeli 

Anak-anak sekolah merengek minta sepeda listrik 

Sepeda motor listrik menunggu bapak pulang dari ladang

Setahun berjalan anak-anak sekolah berjalan bergandengan tangan 

Bapak di ladang pulang sebelum kiriman datang 

Ibu-ibu terhalang mobil listrik 

parkir depan rumah 

Abang  becak listrik tersenyum di perempatan jalan 

Suara klakson menyuruh telinga 

Menepi becak listrik mengalah. 

Terlalu berat dipanggul 

Menginspirasi keranda listrik 

untuk kampung kita

Tak merepotkan yang ditinggalkan 

Sewaktu-waktu 

Bila lebai membutuhkan

Keranda listrik libih nyaman