Selasa, 30 Agustus 2022

Aksi Supali Kasim , penyair Indramayu dalam baca Geguritan Zaman Wolak Walik.

 Aksi Supali Kasim , penyair Indramayu dalam membacakan Geguritan berjudul Zaman Wolak Walik karyanya sendiri di Temu Kecil Lumbung Puisi Baca Geguritan pada 28-08-22 di Indramayu.








Aksi Mbak Sri Sunarti Poetry penyair Indramayu

 Mbak Sri Sunarti Poetry penyair Indramayu membawakan geguritan  Pulo Gosong karyanya sendiri dalam acara Temu Kecil Baca geguritan Lumbung Puisi 28-08-22 di Lumbung Puisi Indramayu.






Aksi Mbak Euis Sri Sisilawati

  Euis Sri Sisilawati perempuan penyair Indramayu membacakan Geguritan Sunda Karya Ayip Rosidi dalam temu Kecil Geguritan Lumbung Puisi pada 28-08-22 di Indramayu.








Aksi Mbak Riani Pemulung

 Aksi Mbak Riani Pemulung yang tampil membawakan "Kemerdekaan Pemulung" dalam acara Baca Geguritan Lumbung Puisi 28-08-22 di Indramayu.








Aksi Mas Jumadi, penyair Grobogan

 Mas Jumadi, penyair Grobogan membaca geguritannya sendiri dalam Temu Kecil Lumbung Puisi Baca Geguritan 28-08-22 di Indramayu








Aksi Penyair Purbalingga Mbak Erndra Achaer

 Penyair Purbalingga Mbak Erndra Achaer membacakan geguritan berjudul "Kejiret Penjol" dalam Temu Kecil Lumbung Puisi 28-08-22 di Indramayu.







Aksi Mbak Susilawati

 Aksi Mbak Susilawati Wawan Hamzah Arfan membacakan geguritannya dalam Temu Kecil Lumbung Puisi Baca Geguritan 28-08-22 di Indramayu.








Aksi Mbak Denon Yuliwati

 Aksi Mbak Denon Yuliwati,  penyair Indramayu asal Karangapel membacakan geguritannya dalam acara Temu Kecil Baca Geguritan Lumbung Puisi pada 28-08-222 di Indramayu.








Aksi Bi Yang Lana Penyair Indramayu

 Aksi Bi Yang Lana Penyair Indramayu membacakan geguritannya dalam acara Baca Greguritan di Temu Kecil Lumbung Puisi, indramayu  28-08-22








Kamis, 25 Agustus 2022

Dan bukan tidak mungkin rupiah pun dihibahkan untuk kegiatan.

 Tentu saja penyair2 itu tidak bermaksud menjadi bebothoh kegiatan sastra (baca, monolog, drama, musikalisasi) tetapi lebih dari itu adalah kecintaan terhadap dunianya yaitu dunia sastra dan keinginannya mengembangkan budaya baca dan literasi. Mereka adalah orang2 yg patut mendapat penghargaan pengorbanan terhadap sastra sebagaimana HB Jassin, Korrie Layun Rampan, memulainya dengan berkorban apa saja demi puisi. Kini kita tahu penyair2 seperti Mas2 Ali Arsy Kindai, Sofyan RH Zaid, Nanang Ribut Supriyatin,  Omni Koesnadi, Raden Mas Sudarmono, Hadi Lempe, Heru Patria, Riswo Mulyadi, Wanto Tirtatirta, Zaeni Boli, Asro Al Murthawy Dkm, Dedari Rsia, Dyah Kencono Puspito Dewi, Dyah Nkusuma, Bambang Sulis, dll. banyak sekali yg tak disebut namanya bergerak menghidupi puisi tanpa pamrih. Tak hanya tenaga tetapi juga pemikiran yang brilyan sehingga terwujud kegiatan sepanjang tahun. Dan bukan tidak mungkin rupiah pun dihibahkan untuk kegiatan. Satu kata dariku adalah penghargaan setinggi-tingginya untuk beliau-beliau juga yg banyak yg terlewat disebut atas kerja keras dan penuh cinta terhadap puisi Indonesia. (Rg Bagus Warsono)


PDS HB Jassin , Sekarang

 Dulu ketika masih ada mendiang HB Jassin, jangankan diundang di PDS, disebut saja oleh HB Jassin bukan main bangganya. Karena disebut namanya oleh HB Jassin adalah rekomendasi.

Sekarang sungguh bahagia di PDS HB Jassin terbuka untuk semua dan bisa membuat kegiatan di situ. Jadi penyair punya tempat berkreasi.