Minggu, 13 September 2026

NYANYIAN MUSIM KERING, Sunawi Nawi

 Sunawi Nawi


**NYANYIAN MUSIM KERING **


Ku pandangi awan gemawan yang semakin meredup

Tak ada mendung apalagi hujan

Musim hujan sepertinya akan berganti kemarau

Pepohonan yang sulit air di dataran tinggi

Kering kerontang rontoknya dedaunnan

Mari kita pulang pandangan awan gemawan pepohonan telanjang membikin lara jiwaku

Lama menggeluti ladang mencangkul menyirami

Kini cadangan air susut pertahanan pepohonan menyusut

Keprihatinan padaku nanti bagaimana

Hujan lekaslah turun kasihan pepohonan membutuhkanmu

Aku ingin pulang ke tanah kelahiranku

Ada yang tetap mematuh mempertahankan

Sampai kini tetaplah setia menempati

Pekabaran dari nun jauh disana kini sudah berbeda

Tetaplah memberikan harapan berkeseinambungan

Mau apalagi segalanya tak pasti

Kini dalam kesetiaan menanam

Yang berlalu sudah merasakan memetik merasakan

Kini keadaan tak bersahabat

Kupikir pikir bukannya tak bersahabat

Musimnya bergantian dari hujan menuju kemarau

Begitulah siklus perjalanan musim

Yang menggantungkan air hujan susutlah sudah

Tak apalah bersabar menanti

Semoga tak berkepanjangan

Segala kehidupan yang membutuhkan air

Bagaimanapun juga sumber pokoknya menyusut

Berganti dilembah sana cadangan air tak seberapa

Kini keadaan yang menuntut rasa prihatin

Semoga lekaslah pulih seperti sediakala


Kenangan lama 1988



Tidak ada komentar:

Posting Komentar