Prihatin atas meninggalnya 153 penonton Arema vs Perebaya di stadion Kanjuruhan Malang, semoga peristiwa ini tidak terulang. Bela sungkawa kepada korban.Peristiwa ini adalah korban terbesar dalam sejarah persepakbolaan dunia. Malu kita sebagai negara yang yang cinta damai dan menghargai hak azasi manusia bisa terjadi peristiwa seperti ini.Jika gas air mata disenprotkan malam hari, di area tertutup (stadion), lebar pintu keluar stadion terbatas, dan masa penonton yang begitu padat akan membuat sesak napas, panik dan kekurangan oksigen. Penonton yg panik akan menuju bersama2 ke pintu keluar dan akan terjadi berebut jalan keluar, berjubel dan yang jatuh pasti terinjak injak, mereka menyelamatkan masing2 tanpa menghiraukan nyawa orang lain.
Majalah Sastra Indonesia Modern Diterbitkan Oleh Pusat Dokumentasi Lumbung Puisi sastrawan Indonesia
Minggu, 02 Oktober 2022
Prihatin atas meninggalnya 153 penonton Arema vs Perebaya di stadion Kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022
Perintah Presiden agar polisi untuk usut tuntas tragedi Kanjuruhan. Menghentikan Liga 1, mengevaluasi sistem pengamanan, dan memberikan penanganan korban dengan baik. Peringatan pada PSSI.
Diperintahkan kepada:
Kapolri, Mentri Kesehatan, Mentri Olah Raga, Ketua PSSI, dan Gubernur Jatim.
Ayo kerjakan! jangan dianggap sepele nyawa rakyat!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar