Senin, 19 Mei 2025

Musim Barat Tlah Berlalu, Rg Bagus Warsono

 Musim Barat Tlah Berlalu


Sekian lama menunggu 

Makan tidur dari hutang 

Perlahan musim berganti 

Angin berbalik arah 

Hujan malam tanda kemarau tiba

perahu siap melaju

yang baru dari galangan alam 

keluarga menghitung hutang

warung dan bakul renternir 

segera melaut ketengah 

tengah nya biru

biru langitku

Musim barat tlah berlalu





Kau Penuhi Lambungmu dengan Ikan, Rg Bagus Warsono

 Kau Penuhi Lambungmu dengan Ikan


bidukku diisi setengah air

agar tak tenggelam oleh percikan laju kapal mautmu

dan ikan terbang oleh kipas mesinmu

memenuhi geladak biduk kecil

aku tahu di lmbungmu penuh ikan

ke darat kencang

peduli apa biduk kecil dengan nyawa kakek tua seorang.


Indramayu, Juni 2015




Minggu, 18 Mei 2025

Hari Cerah Kenapa Tak Melaut, Rg Bagus Warsono

 Hari Cerah Kenapa Tak Melaut


Ikan itu ada di langit

Pada awan awan yang tipis berarak

Jatuh di biru laut 

Lewat angin yang tak basah lagi

Menetas bersama asin 

Menjadi mata ikan berbaris 

Lalu menggerakkan ekornya melawan arus yang hanya berputar-putar di laut

Ayo kita berangkat!

Badai tlah berlalu

Guntur berganti dendang

Dingin menjadi garam

Ikan kita menanti di tengah

Mereka hendak ingin melihat pasar, pelelangan dan dapur dapur rumah makan

Ayo kita berangkat

Ada rezeki di sana!


Indramayu, 16 Maret 2021







Nahkoda Semua Laut, Rg Bagus Warsono

 Nahkoda Semua Laut


Aku bukan mengancam

Nahkodamu Gajah Mada lambang diva-diva nusantara

menjaga samudra Majapahit

dan selat-selat yang dikuasai Sriwijaya 

anak-anak dari laksamana Yos Sudarso

dan cicit Hasanudin 

kendali armada Mataram

pelindung nelayan 

mengiringi Krakatau, Salak, Slamet, Merapi, Semeru dan Jaya Wijaya

dari Nias hingga Timor menuju Aru , Maluku, Karimata, Riau.

Detum meriamku sekeras Kelud marah

agar kau mendengar 

bahwa aku bukan mengancam

atau mencaplok kalian

aku pelindung nusantaraku

2015












Haluan, Rg Bagus Warsono

 Haluan


Haluan kapalmu memecah ombak 

Muncrat berhambur digeladak

Mengguyur badanmu 

Sejenak terayun, ombak menyusul dipecah haluanmu. 

Menuju arah tak tentu mata angin 

Haluan bertahan melawan 

Awak bertelanjang dada

Mengendalikan kapalmu terus menghadap ombak 

Kita lengah kapal terbalik 

Kita takut kapal terdampar 

Kita loyo kapal tenggelam ombak tertawa

Hadapkan haluanmu pada ombak 

Terjang! Hadapi dengan tenang. 


8-5-2025




Tiba di Dermagamu, Rg Bagus Warsono

 


Tiba di Dermagamu


Kamu tiba di dermagamu damai 

Senyum gadis-gadis mengalungkan selendang 

Menarik dalam kamar kamar kecil 

Seberapa kekarmu 

Lemas lunglai tak berdaya 

Dan ikan-ikan berlari dari keranjang 

Melepaskan diri 

Tak menyisakan seekor pun 

Tiba di dernagamu malam 

Cahaya remang bercampur bulan di tengah laut 

Masih adakah dolar esok pagi 

Atau menginap semalam lagi 

Tiba di dermagamu 

Ikan apa yang kuat bersembunyi dilambung kapal 

Jangan kau kalungkan lagi selendang 

Lepaskan

Ini ikanmu yang terakhir untukmu .


8-5-2025















Tambatkan Kuat Kapalmu, Rg Bagus Warsono

 Tambatkan Kuat Kapalmu


Bersandar dermaga beton 

Tempat anak-anak mengelu-elukan gagahmu 

Ombak pantai terus menerjang sandaran 

Dan ban bekas kecapaian diterjang haluan 

Kapalmu tak mau diam 

Tambatkan kapalmu!

Lemparkan tali tambat kemari 

Agar aku mengikat badanmu besar 

Dan biarkan ombak pantai menerpa.

Lalu anak-anak menaiki kapal 

Mencari sisa-sisa 

makanan minuman bapak 

Dan mencoba menghisap puntung rokok yang masih panjang 

Bersorak .


8-5-2025










Esok Cari Lagi, Rg Bagus Warsono

 Esok Cari Lagi


Hari itu rumah Salamun terang benderang 

Anak-anak bermain dihalaman 

Di bale panjang makanan berserakan 

Semua makanan minuman dan buah dibelinya. 

Tetangga tua menikmati rokok kesukaannya .

Salamun jurumudi kapal kayu 

Nahkoda tanpa sekolah. 

Malam itu para awak kapal muda berpesta anggur 

Dan gadis-gadis merangkul tangan tangan hitam kekar

Suntuk lunglai sarung satu dua badan

Sampai pagi. 

Begitu tiap malam 

Sampai kapan melaut kembali

Puaskan di darat 

Esok cari lagi. 


8-5-2025





Di Laut Tak Ada Hutang, Rg Bagus Warsono

 Di Laut Tak Ada Hutang


Tiga bulan melaut sebulan daratan 

Dan langit cerah angin timur berhembus 

Menghentikan tarian jari-jari termpil 

Menyulam jaring robek 

Tiga bulan melaut sebulan daratan 

Salamun terpanggil juragan 

Kapal siap diberangkatkan 

Salamun jurumudi tertawa

Diikuti tawa kelasi kelasi muda 

Apa? 

Penuhi lambung rumahku 

Juragan tersenyum 

Ada tunggakan kepulangan kemarin 

Ha ha ha ha 

Siapa mau melunasi siapa hutang 

Aku adalah laut! 

Kau daratan .

Dilaut tak ada hutang 

Hanya nyawa dan ikan.

Lalu juragan dan awak kapat tertawa 

Ambil kebutuhan ibu-ibu muda 

Yang akan ditinggal tiga bulan 

Beras, mie instan, minyak, telor dan gas 

Sekedar duit pegangan anak-anak jajan 

Nelayan itu tertawa sambil melepas tali tambat kapal 

Dilaut tak ada hutang

Hanya nyawa dan ikan.


9-5-2025



Merah Putih di Kapal Nelayan, Rg Bagus Warsono

 Merah Putih di Kapal Nelayan


Titik kecil ditengah laut

50 KM binocular 

Meneropong kami telanjang dada dan kelasi menunggu asap dapur kapal 

Sigaret murahan dan rol jaring memutar

Merah putih di kapal nelayan 

Ternyata Indonesia! 

Tanda kapalku bagian negaramu 

Mereka akui nelayan sebagai negara

Lalu sinar keatas langit 

Tidak kami tidak mendekat 

Aku makan di Tanah Airku senduri 

Ikan lautku sendiri 

Lautmu ikanmu 

Tebarkan jaring sepanjang batas milikku ! 

Dan semua awak kapal memandang 

Merah Putih 

Dihargai atau tidak 

Tergantung wibawa negaramu 

Aku hanya nelayan 

Aku makan di Tanah Airku sendiri 

Ikanku senduiri 

Merah Putih di Kapal Nelayan 

Tak sekedar tanda 

Tapi kewibawaan. 


10-5-2025







Mampir di Muara Lain, Rg Bagus Warsono

Mampir di Muara Lain


Menepi pulau

Mencari muara-muara pantura 

Syahbandar ramai 

Sekedar menukar tuna 

Dengan rokok dan mie instan 

Tangkolak, Eretan , Karangsong, Bandengan, Juwana, hingga Kalisari 

Sahabat kapal kayu 

Ada ikan ada uang. 

Ada nelayan lampu benderang. 

Ketengah san menepi lagi 

Melintas selat 

Menepi dan menyusuri pantai 

Pulau-pulau yang dikenalinya.


9-5-2025





Seberapa Lama Bersandar Rg Bagus Warsono

 Seberapa Lama Bersandar


Dan kapal kapal kayu itu berjajar 

Berhimpit beradu badan 

Agar tak membentur 

Mengisi sepanjang sandaran dermaga

Lalu mengikat tali tambat 

Tanda lebih dari sehari.

nelayan itu meninggalkan kapal 

begitu saja dihembusan pantai 

Dibiarkan lambungnya diterjang deburan air 

Dan percikan yang tak dihiraukan 

Kapal kapal kayu nelayan 

Digerogoti tritip melekat di badan

Membagi pada tukang kayu 

Diservis tanpa kerusakan.

11-5-2025




Perahu kecil saja berani bertarung di samudra, kau masuk sungai kecil (rg bagus warsono)

 Perahu kecil saja berani bertarung di samudra, kau masuk sungai kecil


Sebuah falsafah agar hidup mengerti porsi masing-masing.

Karena yakin membaca arus air sungai demikian memberikan tanda-tada banyak ikannya Kapal Kursin (kapal kayu berukuran besar) urung melaut lepas. "Kita tak usah ketengah, masuk ke dalam sungai ini saja, ikannya lagi banya" kata Kapten Kapal Kursin"

" Jangan ! itu milik anak sungai (menyebut nelayan arad yaitu nelayan pencari ikan kecil)", kata jurumudi.

" Kan anak sungai juga bebas ke laut lepas?" jawab Kapten Kapal Kursin.

" ya , Kapten kita coba"

Akhirnya masuklah kapal Kursin itu ke dalam alur sungai. Ikan begitu banyak dimuara sungai. Sekali tebar jaring saja sudah terangkat ribuan ikan.

Setelah dirasa di muara sudah jarang ikan , Kapal Kursin masuk ke dalam lagi hingga mendekati perkampungan nelayan. Kemudian asyiklah Kapal Kursin mengambili ikan di sungai.

Ketika berpas-pasan dengan perahu kecil yang menuju ke laut, Kapal Kursin berkata , " He di sungai banyak ikan , kenapa kau ke Laut?"

Perahu kecil hanya tersenyum dan tertawa-tawa.

Kapal Kursin yang asyik mengimbil ikan di alur dalam sungai tak sdar waktu jelang sore hari di bulan tua. Air begitu cepat surut, Ia pun segera sdar bahaya karam. Namun perlu waktu menuju ke Laut. Sudah cukup jauh ke muara saja. Sedang beban Kapal semakin berat oleh ikan.

Walaupun dengan sekuat tenaga, Kapal Kursin tak dapat bergerak. Ia karam.

Penduduk nelayan di perkampungan itu hanya menonton. Sebuah atraksi gratis Kapal Kursin.

Kapten Kapal yang berpengalaman itu akhirnya memerintahkan agar menumpahkan seluruh ikan ke sungai lagi agar Kapal Terangkat air sungai. Sayang debet air hanya 1 meter, kapal tetap karam. Akhirnya Kapten kapal pun memerintahkan untuk mengeluarkan semua perbekalan termasuk perabot. Awak kapal melempar perbekalan ke penduduk nelayan yang menyaksikan di pinggir sungai. Penduduk nelayan tepi sungai itu pun bersorak sorai.

Setelah isi kapal itu habis, kapal mulai terangkat. terdengar mesin kapal perlahan bergerak dan kapal Kursin kembali kelaut tampa ikan dan habis perbekalan.

 (rg bagus warsono)