Majalah Sastra Indonesia Modern Diterbitkan Oleh Pusat Dokumentasi Lumbung Puisi sastrawan Indonesia
Rabu, 26 Maret 2025
Senin, 26 Desember 2022
Terjebak Hujan Tidur di Rumah Janda
Terjebak Hujan Tidur di Rumah Janda
Semakin dingin kenapa semakin dag dig dug
Hujan kulihat di kaca jendela dari dalam rumah janda,
gelisahku bercapur harap
tawaran menginap janda manis
kunanti harap guntur menggelegar
rokok disulut sekedar hambar
tiada kata sepi berpandangan
Kutatap langit kamar tamu
dan lampu 20watt
yang remang oleh cat tembok ungu
Ketika jandaku menyuguhkan kopi panas
untuk yang kedua
tampak jalan sepi nyenyap
hanya gemericik di genangan jalan berlubang
Mas, kau boleh tidur di kursi .......
hah....
aku boleh menginap?
(Rg Bagus Warsono).
pictur: Lukisan Modigliani 1917
Salera, karya Rg Bagus Warsono
Salera
Salera adalah namamu
sekarang tetap Salera
Kau tak pernah tua
Dengan pahamu yang tak pernah keriput
Dan payudaramu yang tak peot
Tubuhmu Salera mahal
Muda aku merindu
Aku tua kau tetap Salera
Hidup menelan ludah
Dunia cuma lamunan
Kau tak pernah tahu Salera
Ada laki-laki
diantara paha dan payudaramu
(rg bagus warsono)
picture: Lukisan Modigliani tahun 1917.
Sabtu, 24 Desember 2022
Serba Serbi Kilas Balik 2022
Penyir terproduktif Indonesia, versi Lumbung Puisi dipegang oleh Kasdi Kelanis dengan 6 antologi dan 5 buku sastra yg ditulis dalam 2 tahun terakhir.
Inilah buku-buku yang aku terbitkan:
Oktober 2022. Antologi puisi: Bisik Daun-daun Padi (Prabu 21 Malang,Januari 2021),
Gemuruh Ombak (Prabu 21 Batu Malang, April 2021),
Mata Sepi Mata Duri (Teras BudayaJakarta, Juni 2921),
Luka Pandemi Luka Abadi (Yayasan Hari Puisi Jakarta, Juli 2021),
Duka Malam Duka Pualam (Kosa Kata Kita, September 2021),
Diorama Ingin Diorama Angin (Prabu 21 Batu Malang, Oktober 2021),
Cakrawaladan Penunggang Kuda (Hyang Pustaka Cirebon, Juni 2022.
Satubiografi singkat Hari-hari Purna Bhakti ( Kosa Kata Kita, April 2022).
Dan kritik dan Esai: Apresiasi Sastradari Ruang Publik Terbuka (Teras Budaya Jakarta, Oktober 2021),
Bunga Rampai Kritik Sastra (KKK Jakarta, Januari 2022),
Seuntai Esai, Kritik, Opini dalam Sastra BudayaIndonesia (Hyang Pustaka Cirebon, Maret 2022),
Membaca Puisi Mencari Arti (KKK - Kosa Kata Kita Jakarta, Mei 2022), dan
MembacaPuisi Menggugah Emosi ( PenerbitBerilmu Kerinci Jambi, Oktober 2922).
Pegiat kesertaan mengikuti Antologi bersama di berbagai penyelenggara terbanyak mengikutinya dalam 2 tahun terakhir versi Lumbung Puisi dipegang oleh Slamet Suryadi dengan lebih dari 100 antologi bersama.
Perempuan teraktif mengikuti event-event sastra (baca, bedah, seminar, dan keg lain) versi Lumbung Puisi dipegang oleh Asmariah Supriyadi.
Penyelenggara kegiatan sastra sepanjang tahun tak henti tahun 2022 teraktif versi Lumbung Puisi dipegang oleh Ali Arsy Kindai Samsudin, Banjarbaru.
Tokoh Sastrawan terpopulair sepanjang tahun 2022 versi Lumbung Puisi dipegang oleh Jose Rizal Manua.
Penyair yang membangkitkan motivasi minat sastra puisi tahun 2022 versi Lumbung Puisi dipegang oleh:
1). Riani Pemulung, asal Tegal, yang tak surut berkarya dan beraktifitas sastra puisi walau kesehariannya sebagai Pemulung barang bekas.
Minggu, 04 Desember 2022
Sastratama
Sastratama
Perkembangan minat masyarakat sebagai sastrawan di tahun-tahun pasca reformasi hingga tahun 2010 demikian pesat. Ribuan karya sastra berupa puisi dalam bentuk buku telah terlahir di tahun-tahun ini. Perkembangan sastra modern ini diwarnai oleh gelombang kebebasan yang ditandai masuknya era informasi digital yang banyak memberi perubahan dan kemudahan masyarakat untuk bisa mengutarakan pendapatnya melalui bentuk karya tulis seluas-luasnya. Khusus puisi sebagai bagian jenis sastra yang mudah diikuti, dibaca dan dipelajari serta dicipta menjadi pilihan terbesar masyarakat pecinta sastra Indonesia.
Dari ratusan ribu puisi atau ribuan buku puisi (antologi) itu tentu terdapat banyak karya unggul yang pernah populair dan terjaga kepopulairannya. Disinilah kita memulai melihat bahwa pendokumentasian pun semakin dibutuhkan agar sejarah sastra Indonesia memiliki tanggung jawab pada generasi mendatang. Namun tentu saja ribuan karya buku puisi itu demikian tersebar dan tampak tak ada sempurna untuk mendokumentasikannya.
Bukan tidak mungkin dalam karya karya yang tersebar itu terdapat karya yang agung dan patut dijaga kelestariannya. Namun siapa yang peduli dengan ini semua. Bahasa Indonesia sebagai ibu sastra pun yang merupakan kewajiban pemerintah republik ini tidak berbuat apa-apa kecuali oleh insan sastrawan itu sendiri.
Berangkat dari sisi inilah Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia bersama teman-teman mencoba berbuat untuk mendokumentasikan karya terbaik agar tetap lestari.
Pendokumentasian sastra khusus puisi itu tentu membutuhkan dokumen otentik yang menjadi dasar. Sekian ribu antologi dari ratusan penerbit baik penerbit yang sudah tergolong mayor maupun yang publshing tak mungkin terkumpul dengan baik, kecuali mereka taat kepada aturan ISBN untuk mengirimkan bukunya ke perpustakaan nasional tetapi kenyataan yang ada adalah dalam betuk file sehingga kurang begitu akrab dibaca tanpa membuka bukunya.
Buku-buku puisi yang demikian banyak itu 99 prosen diterbitkan dengan cara mandiri yang kebanyakan oleh penulisnya baik perorangan dalam bentuk antologi tunggal maupun bersama sama oleh komunitas sastra dalam bentuk antologi bersama.
Karya-karya tersebut perlu untuk dipelajari apakah benar sebagaimana dikabarkan lewat berbagai media dan akun sosial itu karya yang unggul dan agung atau hanya dengung yang kemudian berganti dengan dengung-dengung lain yang menyusul kemudian.
Sebab-sebab itulah Pendokumentasian karya puisi dilakukan secara mandiri perorangan maupun oleh kelompok kelompok komunitas. Penghargaan yang tak terhingga kepada mereka yang sudi memberikan perannya sebagai perpustakaan mandiri atas kesadaran dan sumber swadaya mandiri.
Perpustakaan-perpustakaan itulah yang kemudian memberi peran minat baca pada masyarakat dan menumbuhkan minat baca sastra masyarakat sehingga karya sastra puisi mudah tersentuh oleh masyarakat. Dan tentunya peran ini patut oleh kita apresiasi.
Sastratama sebagai bentuk ucapan terima kasih itu serasa harus disampaikan pada para penggerak literasi khusus sastra. Sebutan Sastratama ini diberikan mulai dari para penyair atau sastrawannya.

